Mobil listrik semakin banyak digunakan karena menawarkan efisiensi energi dan biaya operasional yang lebih rendah. Namun, beberapa komponen kendaraan listrik memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan mobil konvensional, termasuk ban.
Selain memperhatikan pemilihan ban, perawatan komponen kendaraan juga perlu dilakukan dengan tepat, termasuk saat melepas aki mobil.
Meskipun melepas aki mobil dapat dilakukan sendiri, sebaiknya pekerjaan tersebut dilakukan di bengkel agar sesuai dengan prosedur dan meminimalkan risiko kerusakan pada sistem kelistrikan kendaraan.
Lantas, apakah mobil listrik bisa pakai ban biasa? Apakah penggunaan ban biasa pada mobil listrik dapat membuat umur ban menjadi lebih pendek? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut sebelum Anda memutuskan untuk membeli ban.
Apakah Mobil Listrik Bisa Pakai Ban Mobil Biasa?
Mobil listrik bisa menggunakan ban mobil biasa. Namun, ban mobil konvensional tidak dirancang secara khusus untuk mobil listrik sehingga performanya mungkin tidak semaksimal ban khusus EV.
Apabila mobil listrik menggunakan ban mobil biasa, kendaraan tetap dapat digunakan. Namun, ada beberapa risiko mobil listrik pakai ban biasa yang perlu diperhatikan, antara lain:
- Umur ban cenderung lebih pendek karena menerima beban dan tekanan yang lebih besar.
- Suara ban yang terdengar di dalam kabin cenderung lebih jelas.
Performa berkendara mungkin tidak semaksimal jika menggunakan ban yang dirancang khusus untuk mobil listrik.
Beda ban mobil konven dan listrik terletak pada desain yang disesuaikan dengan karakteristik kendaraannya. Ban khusus mobil listrik dirancang untuk mendukung karakteristik kendaraan listrik sehingga membantu mengoptimalkan performa, membuat umur ban lebih awet, serta mengurangi kebisingan di dalam kabin.
Oleh karena itu, jika ingin mendapatkan performa berkendara yang lebih maksimal, penggunaan ban khusus mobil listrik dapat menjadi pilihan.
Baca juga: Ban Mobil Benjol? Ketahui Penyebab dan Cara Mencegahnya
Penyebab Ban Biasa Lebih Cepat Aus Jika Dipasang pada Mobil EV
Ban biasa lebih cepat aus pada mobil listrik (EV) sehingga umur pakainya cenderung lebih pendek. Hal ini karena ban mobil konvensional tidak dirancang untuk menahan torsi instan dan bobot kendaraan listrik. Kondisi tersebut memicu gesekan yang lebih besar pada ban. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang juga dapat menyebabkan ban lebih cepat aus, seperti:
1. Konstruksi Ban Tidak Dirancang untuk EV
Ban mobil biasa dirancang untuk kendaraan bermesin bensin atau diesel yang memiliki karakteristik berbeda dengan mobil listrik.
Mobil EV umumnya memiliki bobot lebih besar karena penggunaan baterai berkapasitas tinggi, sekaligus menghasilkan torsi instan yang memberikan tekanan lebih besar pada ban saat kendaraan berakselerasi.
Sementara itu, ban khusus EV dikembangkan dengan struktur yang lebih kuat untuk menopang beban kendaraan yang lebih berat serta menghadapi tekanan saat akselerasi dan pengereman.
Karena tidak dirancang untuk kebutuhan tersebut, ban mobil biasa harus bekerja lebih keras saat digunakan pada mobil listrik. Akibatnya, tapak ban cenderung lebih cepat aus dan umur pakainya menjadi lebih singkat.
2. Hambatan Gulir yang Kurang Optimal
Ban khusus mobil listrik umumnya menggunakan teknologi low rolling resistance untuk mengurangi hambatan gulir. Teknologi ini membantu meningkatkan efisiensi energi sehingga mobil dapat menempuh jarak lebih jauh dalam sekali pengisian daya.
Sementara itu, banyak ban konvensional tidak dirancang untuk kebutuhan tersebut sehingga memerlukan energi lebih besar saat berputar karena memiliki hambatan gulir yang lebih tinggi. Akibatnya, ban mobil biasa akan bekerja lebih berat dan berpotensi aus lebih cepat saat digunakan pada mobil EV.
Baca juga: Apakah Cairan Anti Bocor Ban Aman untuk Mobil? Ini Penjelasannya
3. Distribusi Beban yang Berbeda
Posisi baterai yang umumnya berada di bagian bawah kendaraan menciptakan distribusi beban yang berbeda dibandingkan dengan mobil konvensional. Kondisi ini dapat menyebabkan tekanan pada area tertentu pada ban menjadi lebih besar.
Jika Anda menggunakan ban mobil biasa pada mobil listrik, maka distribusi beban ini dapat menyebabkan keausan ban lebih cepat dan tidak merata sehingga umur pakainya pun menjadi lebih pendek.
Demikian penjelasan mengenai penggunaan ban mobil listrik serta alasan mengapa ban konvensional cenderung lebih cepat aus pada kendaraan listrik.
Agar keamanan, kenyamanan, dan efisiensi berkendara tetap terjaga, pastikan Anda rutin memeriksa kondisi ban dan segera menggantinya jika sudah menunjukkan tanda keausan.
Jika Anda berencana mengganti ban mobil, percayakan kepada NAWILIS. Layanan ganti ban di NAWILIS memberikan pendampingan dalam memilih ban yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mobil, menyediakan produk ban asli dan berkualitas, serta menerapkan prosedur penggantian ban sesuai dengan standar keamanan.
Bagi Anda yang mencari ban Bridgestone, NAWILIS juga menyediakannya sebagai salah satu pilihan ban berkualitas. Selain itu, Anda juga dapat melihat berbagai pilihan produk ban lainnya yang tersedia sesuai dengan kebutuhan kendaraan Anda.
Sebagai spooring-balancing specialist yang telah konsisten melayani pelanggan sejak 1963, NAWILIS didukung oleh teknisi profesional di bidangnya serta peralatan canggih dan lengkap untuk memastikan setiap pengerjaan dilakukan dengan akurat.
Tak hanya itu, NAWILIS juga menjadi rujukan berbagai bengkel umum dan bengkel resmi di Indonesia sehingga kualitas layanannya telah dipercaya selama puluhan tahun.
Jangan lewatkan promo Cek Aki dan Ban Gratis yang berlaku hingga akhir Desember 2026 di seluruh cabang NAWILIS. Ada lebih dari 20 cabang NAWILIS yang tersebar di berbagai lokasi. Anda bisa mengunjungi cabang NAWILIS terdekat di kota Anda untuk memanfaatkan promo ini.
Baca juga: Sistem Penggerak Mobil: Komponen, Jenis-Jenis, dan Fungsinya


