Sistem pengereman pada mobil merupakan komponen keselamatan paling krusial pada saat kita berkendara. Namun, peran cairan hidrolik atau minyak rem kerap terabaikan hingga timbul masalah seperti rem blong atau pedal rem yang terasa amblas ketika digunakan. Padahal, pemahaman mengenai jenis dan fungsi minyak rem mobil manual maupun matik sangat penting agar daya cengkram kampas rem tetap konsisten di berbagai kondisi jalan. Agar sistem pengereman kendaraan Anda selalu dalam kondisi prima, simak ulasan lengkap mengenai fungsi dan jenis-jenis minyak rem di bawah ini.
Apa Itu Minyak Rem Mobil?
Minyak rem adalah cairan hidrolik khusus yang bekerja di dalam saluran tertutup untuk menyalurkan tekanan dari pedal rem menuju mekanisme di roda. Pemahaman mengenai jenis dan fungsi minyak rem pada mobil manual maupun matik sangat penting agar daya cengkeram kampas rem tetap bekerja optimal saat kendaraan melaju di jalanan. Belakangan ini sering timbul pertanyaan dari pemilik kendaraan mengenai apakah minyak rem pada motor dan mobil itu sama? Jawabannya adalah secara formulasi dasar atau klasifikasi DOT, bahannya bisa serupa. Namun, tingkat viskositas, kapasitas tabung reservoir, serta ketahanan suhu yang dibutuhkan mobil umumnya lebih tinggi karena bobot kendaraan yang jauh lebih berat.
Jenis-Jenis Minyak Rem Mobil
Di pasaran terdapat beragam jenis minyak rem yang diklasifikasikan berdasarkan titik didihnya (boiling point):
1. Minyak Rem DOT 3
Jenis paling standar yang banyak dipakai kendaraan harian berkapasitas mesin kecil. Titik didihnya lebih rendah dan sifatnya mudah menyerap uap air, sehingga kurang cocok untuk penggunaan berat secara terus-menerus.
2. Minyak Rem DOT 4
Banyak pengemudi bertanya, minyak rem dot 4 lebih cocok untuk mobil apa? Tipe ini dirancang untuk mobil modern, kendaraan dengan sistem ABS, atau mobil yang sering melewati jalur pegunungan. Titik didihnya lebih tinggi dari DOT 3 sehingga tidak mudah menguap saat rem bekerja keras.
Baca juga: 10 Rekomendasi Oli Mobil yang Bagus dan Tahan Lama
3. Minyak Rem DOT 5
Berbahan dasar silikon yang tidak menyerap air. Jenis ini tidak bisa dicampur dengan tipe glikol (DOT 3/4) dan biasanya dipakai pada mobil klasik atau kendaraan militer.
4. Minyak Rem DOT 5.1
Memiliki bahan dasar glikol seperti DOT 4 tetapi dengan titik didih sangat tinggi, sehingga ideal untuk kendaraan berperforma tinggi atau mobil balap.
Menentukan minyak rem mobil yang cocok untuk kendaraan anda harus merujuk pada spesifikasi yang tertera pada tutup tabung reservoir kendaraan Anda. Hal ini juga berlaku saat Anda memilih jenis minyak rem untuk motor agar komponen karet dan silinder rem tidak cepat rusak.
Fungsi Minyak Rem Mobil
Secara umum, kegunaan minyak rem motor maupun mobil memiliki prinsip kerja hidrolik yang sama. Berikut beberapa fungsi utamanya dalam sistem pengereman:
- Transmisi Tekanan: Minyak rem meneruskan tekanan dari pedal rem ke komponen pengereman seperti kaliper atau silinder rem, sehingga mobil bisa berhenti saat pedal diinjak.
- Peredam Panas: Minyak rem menyerap panas yang dihasilkan saat pengereman, mencegah komponen rem terlalu panas dan tetap bekerja efektif.
- Pengurangan Gesekan: Minyak rem membantu mengurangi gesekan antar komponen rem, sehingga kampas dan cakram tidak cepat aus.
- Sebagai Pelumas alami rem: Selain mengurangi gesekan, minyak rem melumasi bagian yang bergerak dalam sistem rem agar tetap lancar dan tahan lama.
- Antifreeze: Beberapa minyak rem mencegah cairan rem membeku saat suhu sangat rendah, menjaga sistem rem tetap berfungsi.
- Proteksi terhadap Karat: Minyak rem melindungi bagian logam di sistem rem dari korosi dan karat.
- Stabilitas Termal: Minyak rem tetap stabil meski suhu tinggi saat pengereman, sehingga kinerjanya tidak menurun.
Kompatibilitas dengan Bahan Segel: Minyak rem aman untuk segel dan selang sistem rem, mencegah kerusakan komponen.
Baca juga: Apakah Bisa Ganti Aki Mobil Sendiri di Rumah? Cek Caranya!
Ciri-Ciri Minyak Rem Mobil yang Harus Diganti
Kinerja pengereman akan menurun seiring berkurangnya kualitas minyak rem. Segera lakukan penggantian apabila menemukan tanda-tanda berikut:
- Pedal Rem Terasa Bagel atau Amblas : Tekanan hidrolik berkurang akibat munculnya gelembung udara dalam saluran (vapor lock).
- Pedal Rem Bergetar saat digunakan : Menandakan kandungan uap air di dalam cairan rem sudah terlalu tinggi.
- Warna Minyak Rem Menghitam : Cairan yang berubah menjadi coklat gelap atau hitam menandakan minyak rem sudah terkontaminasi kotoran dan oksidasi berat.
- Tingkat Uap Air Tinggi : Minyak rem yang sudah berusia lebih dari 2 tahun umumnya telah menyerap banyak uap air sehingga titik didihnya turun drastis.
Bisakah Mengganti Minyak Rem Mobil Sendiri?
Proses penggantian minyak rem (bleeding) membutuhkan teknik khusus untuk memastikan tidak ada udara palsu yang terperangkap dalam saluran hidrolik. Kesalahan kecil saat penyulingan dapat menyebabkan rem blong.
Untuk menjamin keamanan pengereman kendaraan Anda, percayakan perawatannya kepada NAWILIS. Berpengalaman lebih dari 62 tahun dalam perawatan otomotif dan kaki-kaki kendaraan, NAWILIS menyediakan layanan pengurasan serta penggantian minyak rem presisi dengan produk standar pabrikan. Kunjungi cabang NAWILIS terdekat untuk melakukan pemeriksaan pengereman dan nikmati perjalanan yang aman serta nyaman!
Baca juga: Apa Itu Spooring? Ini Pengertian dan Manfaat Melakukannya


